Beranda Game Professional, Pemain Esports Memiliki Gaji Setara UMK Jakarta

Professional, Pemain Esports Memiliki Gaji Setara UMK Jakarta

0

Salah satu tim eports BOOM dengan pemainnya Artur Dwiansyah mengatakan bahwa bermain game sekarang merupakan profesi yang tidak bisa diremehkan. Bahkan, saat ini dia telah mendapatkan penghasilan dari bermain game bahkan mencapai Upah Minimum Regional (UMR) Jakarta. Artur merupakan pemain dari cabang game Free Fire.

“Kalau kisaran itu bisa sampai Rp3-4 juta per bulan,” kata Artur saat ditemui dalam acara Grand Final SEACA 2019 di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Dia juga menuturkan jika prestasi pemain pro player semakin bagus bahkan menjuarai turnamen internasional maka pendapat per bulannya semakin besar, mencapai angka Rp10 juta.

Artur juga bercerita sebelum bergabung pada tim BOOM. Dirinya pernah akan bergabung dengan tim RRQ. Namun karena tidak memenuhi target selama 3 bulan, dia tidak lolos.

“Kadang memang ada juga akademinya dulu sebelum dapat gaji pokok, di-trial sampai 3 bulan misalnya. Itu per-bulan sekitar Rp500 ribuan hingga Rp1 juta per bulan. Tapi tergantung tim esportnya juga. Tapi saya juga sudah banyak pindah-pindah, waktu pertama di trial RRQ itu 3 bulan, tetapi karena target kami tidak lolos, jadi tidak diperpanjang lagi,” kata Artur.

Lebih lanjut dia juga mengungkapkan bahwa biasanya para tim esports profesional memilih anggotanya melalui turnamen-turnamen. Biasanya mereka (tim profesional) memilih secara tim, namun ada juga yang secara individu.

“Biasanya tim, tapi per individu juga dilihat misalnya tim ini bagus nih tapi yang bagus dia saja nih, seperti nge-gendong temennya. Oh ini dia saja nih kita ambil,” cerita Artur.

Lebih lanjut, dia juga menuturkan dalam bermain game ada sejumlah uang yang ia keluarkan, apalagi saat menjelang turnamen game.

“Untuk membeli diamond untuk skin dan senjata itu sekitar Rp500 ribuan dalam satu bulan,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here